Sabtu, 08 Desember 2018

Love in silence





Diamku
Oleh : Nafa Nabilah

Mungkinkah aku salah mencintainya
Mungkinkah aku tak pantas untuknya
Atau bahkan aku bak lorantus dikehidupannya

Jika memang semesta tak berkehendak
Aku kan berusaha tuk melepasnya
meski hati kecil ini membiru

Sungguh cinta ini harapan
Hingga mungkin Allah membuat semu menjadi nyata
Hingga cinta yang diam itu dapat berbicara pada akhirnya

Kalaupun cinta ini ditakdirkan tuk diam
Mungkin itu lebih baik
Daripada merusak kesucian dan penjagaan hatinya

Ya Allah..
Jika dia jodohku nanti
maka jadikan kedatangannya lebih mengagumkan








Tolong sertakan nama dan sumber 😁. Terima kasih.

Senin, 27 Agustus 2018

Nabi Muhammad SAW Sebagai Penyempurna Akhlak Manusia



Nabi Muhammad saw dalam dakwahnya selain memperkenalkan Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan yang wajib disembah, beliau juga menuntun umatnya untuk berperilaku mulia dan memberikan teladan kepada mereka. Dengan sikap sabar dan keteguhan hati, beliau mampu mengubah moral yang telah rusak menjadi manusia yang berakhlak mulia. Usaha yang dilakukan dalam membina akhlak mereka benar-benar menjadi terwujud sebagai masyarakat yang bermoral dan beradab. Karakter yang paling menonjol dari kepribadian Nabi Muhammad saw adalah akhlak yang tiada bandingannya. Akhlak Nabi sangat agung dan melebihi semua akhlak seorang manusia manapun. Sampai-sampai Allah pun memuji akhlak Nabi Muhammad saw seperti terkandung dalam surat Al-Qalam ayat 4, Allah berfirman dalam ayat itu : “Dan sesungguhnya Kamu benar-benar berbudi pekerti yang Agung.”



Nabi Muhammad saw adalah Rasul pilihan pembawa risalah Islam. Beliau adalah khatamul anbiya’wal mursalin di muka bumi. Rasulullah saw memiliki pribadi yang mulia dan akhlak yang terpuji . Oleh karena itu beliau merupakan uswatun hasanah bagi umat manusia. Nabi Muhammad dilahirkan di tengah-tengah masyarakat terbelakang yang senang dengan kekerasan dan pertempuran. Ia sering menyendiri ke Gua Hira, sebuah gua bukit dekat Mekkah yang kemudian dikenal sebagai Jabal An Nur karena bertentangan sikap dengan kebudayaan Arab pada zaman tersebut. Di sinilah ia sering berpikir dengan mendalam, memohon kepada Allah supaya memusnahkan kekafiran dan kebodohan. Pada suatu malam, ketika Nabi Muhammad sedang bertafakur di gua hira, Malaikat Jibril mendatanginya. Jibril membangunkannya dan menyampaikan wahyu Allah di telinganya. Ia diminta membaca, ia menjawab “Saya tidak bisa membaca”. Jibril mengulangi tiga kali meminta agar Muhammad membaca, tetapi jawabannya tetap sama.


Akhirnya Jibril berkata : “Bacalah dengan menyebut Nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah, bacalah dengan nama Tuhanmu Yang Maha Pemurah, yang mengajarkan manusia dengan perantaraan (menulis dan membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Setiap orang beriman wajib meyakini kebenaran yang dibawa oleh para Rasul, sebagai umat Nabi Muhammad saw kita harus mengikuti dan mengamalkan ajaran-ajaran yang dibawa Nabi Muhammad saw, beliau diutus oleh Allah SWT dengan berbagai macam tugas pokok, diantaranya yaitu :