A. Membaca Hadis tentang Menuntut Ilmu
• Hadis adalah semua perkataan,
perbuatan, dan ketetapan (takriri) Rasulullah SAW.
• Hadis merupakan sumber hukum Islam
kedua setelah Al-Qur’an.
• Menuntut ilmu(mempelajari ilmu)
adalah suatu usaha untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang baik dengan cara
melihat( membaca, menelaah, meneliti, dan memperhatikan), mendengarkan, ataupun
menanyakan.
• Islam mendidik umatnya untuk
senantiasa belajar dan giat menuntut ilmu. Hal ini terbukti dengan turunnya
wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW berupa perintah untuk membaca. Salah
satu rangkaian dari proses belajar atau menuntut ilmu adalah dengan sarana
bacaan.
• Dengan dasar itulah maka kita harus
senantiasa menuntut ilmu sampai akhir zaman. Sebab orang yang berilmu adalah
orang yang memiliki dedikasi dan komitmen yang kuat untuk terus berubah menuju
kebaikan serta dengan ilmu kita dapat hidup teratur, terarah, dan bergaul
denagn baik. Oleh karena itu dalam Islam mencari ilmu merupakan salah satu
kewajiban muslim. Baik itu ilmu pengetahuan umum apalagi ilmu agama.
1.
Hadis Pertama :
عَنْ
عُثْمَانِ بْنِ عَفَّانٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
قَالَ خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقَرْأَنَ وَعَلَّمَهُ
”An
usmanabni affanin radiyallahu ’anhu ’aninnabiyyi sallallahu ’alaihi wa sallama
qala khairukum man ta’allamal qur’ana wa ’allamahu”. (HR. Bukhari : 4793)
- Arti hadis : ”Dari Usman bin Affan dari Nabi Muhammad saw berkata, ”Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al- Qur’an dan yang mengajarkannya”. (HR. Bukhari : 4793)
- Kandungan hadis :
1. Manusia yang bermanfaat adalah
mereka yang mau membekali dirinya dengan ilmu, baik itu ilmu agama ataupun ilmu
pengetahuan umum.
2. Manusia yang baik adalah mereka yang
menyadari akan ilmu yang dimilikinya kemudian mengamalkannya untuk kepentingan
umum.
3. Manusia terbaik adalah manusia yang
mempelajari Al- Qur’an dan kemudian mengamalkan atau mengajarkannya kepada
orang lain.
2. Hadits
Kedua
عَنْ قَيْسٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَاللهِ
بْنَ مَسْعُودٍيَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
لاَحَسَدَإِلاَّفِى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاًفَسَلَّطَهُ عَلَى
هَلَكَتِهِ فِى الْحَقِّ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ حِكْمَةًفَهُوَ يَقْضِى بِهَا
وَيُعَلِّمُهَا
”An qais
qala sami’tu ’abdallahibni mas’udin yaqulu qala rasulullahi sallallahu ’alaihi
wa sallama la hasada illa fisnaini rajulun atahullahi malan fasallatahu ’ala
halakatihi filhaqqi wa rajulun atahullahu hikmatan fahua yaqdi biha wa
yu’allimuha”. (HR. Muslim
: 1933)
- Arti hadis : ”Dari Qais berkata, ”Saya mendengar Abdillah bin Mas’ud berkata, Rasulullah saw bersabda : ”Tidak ada hasad (iri) yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harta, ia menghabiskannya atas pemusnahannya dalam kebaikan dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain”. (HR. Muslim : 1933)
- Kandungan hadis
1. Hasad atau iri adalah perbuatan yang
tidak terpuji. Oleh karenanya umat Islam dianjurkan untuk menghindari sifat
iri. Namun adakalanya sifat iri diperlukan dalam situasi dan kondisi tertentu.
Seseorang yang diperbolehkan iri terhadap orang lain hanya pada dua kondisi
yaitu hartawan dan ilmuwan.
2. Hartawan yang dimaksud adalah orang kaya
yang dengan hartanya untuk urusan kebaikan. Manusia yang melihat hartawan
demikian harus iri dan berusaha untuk mengikuti perbuatannya.
3. Ilmuwan adalah orang yang memiliki
ilmu bukan untuk kepentingan dirinya sendiri. Namun ia sampaikan ilmu yang
dikuasainya kepada orang lain. Dengan harapan ilmu tersebut akan bermanfaat
terus sampai akhir hayat. Ilmuwan demikian pantas untuk diteladani.
3.
Hadis Ketiga :
عن انس رضي
الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : طلب العلم
فريضة على كل مسلم وان طالب العلم يستغفر له كل شئ حتى الحيتان فى البحر
- ”An anasi radiyallahu anhu qala : qala rasulullahi sallallahu ’alaihi wa sallamaa tholabul ilmi faridatun a’laa kulli muslimin wa inna tholibal illma yastagpirullahu kulli syain hattal hiitaanu pil bahri”
- Dari Annas R.A. berkata, bersabda Rasulullah SAW : Mencari ilmu wajib atas setiap muslim, dan sesungguhnya (dengan ) mencari ilmu semua makhluk akan meminta ampunan baginya termasuk hewan yang ada dilaut ( H.R. Ibnu Abdil Bari )
4.
Rasululllah SAW bersabda :
عن ابي هريرة
رضي الله عنه ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال :ومن سلك طريقايلتمس فيه
علما سهل الله له طريقا الى الجنة
- An abi hurairata radiyallahu anhu anna rasulullahi sallallahu ’alaihi wa sallamaa qala wa man salaka thoriiqon yaltamisu piihi ilman sahalallahu lahu thoriqon ilal jannati
- Dari Abu Hurairah r.a bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa yang menempuh perjalanan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah SWT akan memudahkan jalannya menuju surga “ ( H.R. Muslim )
Makna yang
terkandung pada hadits diatas :
1. Mencari ilmu itu hukumnya wajib /
fardhu bagi setiap orang Islam laki-laki dan perempuan
2. Mempelajarai ilmu agama Islam
hukumnya fardhu ain ( wajib atas setiap muslim ), sedangakan ilmu pengetahuan
hukumnya fardu kifayah ( wajib atas sebagaian orang saja ).
3. Barang siapa yang keluar rumah dalam
rangka mencari ilmu, ia termasuk berjuang di jalan Allah hingga ia kembali
4. Barang siapa yang mempelajari ilmu,
Allah SWT akan membukankan pintu ampunan, rahmat dan surga baginya.
5. Barang siapa yang mempelajari ilmu,
para malaikat di langit serta ikan-ikan di laut mendoakan kepadanya
6. Barang siapa menginginkan
kebahagiaan di dunia, wajib baginya mempunyai ilmu. Barang siapa menginginkan
kebahagiaan di akhirat, wajib baginya mempunyai ilmu. Barang siapa yang
menginginkan kebahagiaan keduanya maka wajib baginya mempunyai ilmu.
5. Hadist kelima (dipaket hal 11
yang hadist 1)
6. Hadist keenam (dipaket hal 11
yang hadis 2)
7. Hadis ketujuh (dipaket hal 12
yang hadis 3)
Penjelasan hadis tentang menuntut ilmu
Pengamalan Hadis tentang
Menuntut Ilmu
Kewajiban
seorang muslim dalam memahami sebuah hadis tidak hanya dalam hal membaca. Akan
tetapi, kita juga wajib mempelajari dan mengamalkannya. Sebagaimana halnya
hadis tentang menuntut ilmu tidak hanya dilakukan dengan membaca, tetapi juga
harus diamalkan.
Mutiara Hikmah
“Dan
tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi(ke medan perang).
Mengapa sebagian dari setiap golongan diantara mereka tidak pergi untuk memperdalam
pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan agama mereka dan untuk
memberi peringatan bagi kaumnya apabila mereka telah kembali agar mereka dapat
menjaga dirinya.” (QS. At-Taubah/9:122)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar