Sabtu, 03 September 2016

NO Jilbob's




Assalamualaikum wr.wb.
Hasil gambar untuk gambar kata-kata no jilbob's
Kali ini akan membahas masalah yang sedang marak dibicarakan yaitu tentang jilbobs

Ada satu komunitas berjilbab gaul yang menamakan diri dengan jilboobs. Yang dimaksud di sini adalah memakai penutup kepala namun pakaiannya ketat. Bagaimana hukum wanita yang berpenampilan seperti ini? Sudahkah memenuhi ketentuan jilbab yang sempurna?Tentulah tidak.

Maraknya Jilboobs di Kalangan Remaja Muslim, Salah Siapa?
Asal mula kata jilboobs adalah penggabungan dari kata jilbab yang biasa dikenakan oleh para wanita muslim untuk menutupi aurat kepalanya kecuali muka, dan kata bahasa Inggris “boobs” yang artinya adalah payudara. Dari kata-kata tersebut harusnya kita yang belum pernah mendengar masalah fenomena ini sudah mengetahui apa yang dimaksud. Ya, jilboobs adalah sebuah fenomena dimana seorang wanita muslim yang mengenakan jilbab tetap menggunakan baju super ketat sehingga lekuk tubuh mereka terutama di bagian payudara menjadi terlihat jauh lebih menonjol.

 Darimana kah sesungguhnya dimulai maraknya jilboobs di kalangan remaja muslim ini? Semuanya berawal dari sebuah akun di media sosial yaitu Facebook, yang diberi nama Jilboobs Community. Foto-foto yang terpajang pada akun tersebut jauh dari kata baik, dan adapun malah menyayat hati siapapun yang melihatnya karena banyak terpajang wajah-wajah muslim perempuan yang mengenakan jilbab tapi bagian payudaranya mereka tonjolkan entah disengaja atau tidak. Bahkan di beberapa gambar juga mereka menggunakan jilbab tapi baju yang digunakan amat minim bahan.

Dari berita tersebut diketahui banyak juga aktivis-aktivis muslim yang tidak menyukai fenomena ini karena melecehkan kaum wanita dan agama Islam.

Perintah Berjilbab yang Sempurna
Ayat yang menunjukkan wajibnya jilbab,
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ (30) وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آَبَائِهِنَّ أَوْ آَبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (31)

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An Nur: 30-31).

Pakaian Muslimah dan Jilbab yang Lebar

Aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Konsekuensi dari pernyataan aurat wanita di atas, bagian tangan dan kaki adalah aurat termasuk juga badan. Sehingga kalau bagian tersebut hanya dibalut dengan baju dan tidak longgar, alias ketat, maka berarti aurat belumlah tertutup.

Jadi apa yang dilakukan oleh Jilboobs, bukanlah menutup aurat karena bagian aurat seperti tangan masih terlihat bentuk lekuk tubuhnya. Celana ketat pada paha pun masih menampakkan lekuk tubuh yang seksi. Lebih-lebih di dada walau kepala tertutup, masih membuat laki-laki tergoda syahwatnya.Syaikh Al Albani rahimahullah pernah mengatakan, “Tujuan pakaian muslimah adalah agar tidak menggoda Yang tepat, pakaian muslimah haruslah longgar (tidak ketat).”

Ancaman Bagi Jilboobs yang Berpakaian Ketat

“...tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.”

Ada sebuah nasehat, amalkanlah ajaran Islam secara utuh, jangan separuh-separuh.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah: 208).

Buat yang masih mengenakan jilboobs bangunlah dari tidur kalian, sebenarnya kalian sedang dalam keadaan dimana wanita jahilliyah berusaha merosak ajaran agama Islam. Dan buat para muslimah jangan ada satupun niatan untuk memakai jilboobs, karena sesungguhnya pakaian yang ketat juga akan memberi dampak buruk bagi tubuh dan kesehatan. Sebenarnya buat apa pake jilbab kalo aurat masih terlihat ???? hayo buat apa coba' ?

2 komentar: